Kamis, 21 Agustus 2014

Malang Kota Kebanggaan Arek Malang

Danau Gunung Kelud (wikipedia.org/wiki/Berkas:Kelut.id)
Assalamualaikum wr. wb. Jika kita berbicara tentang kota-kota yang nyaman untuk ditinggali dari segala aspek di Indonesia kita tercinta ini, tanpa mengesampingkan kota-kota lain, Kota Malang merupakan salah satu daerah yang nyaman untuk ditinggali. Terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, wilayah ini dapat dikatakan sejuk karena suhu normal sekitar 28°C - 30°C  dan terletak pada ketinggian antara 429 - 667 meter diatas permukaan air laut, ditambah lagi dengan banyaknya pegunungan yang mengitari dataran tinggi wilayah ini, diantaranya gunung Arjuna di sebelah utara, Gunung Semeru di sebelah timur, Gunug Kawi disebelah barat, dan gunung Kelud ( lihat gambar disebelah kanan ) disebelah selatan yang semakin menambah keelokan dan keasrian wilayah ini. Terdapat Banyak tempat kunjungan berekreasi dan perguruan tinggi negeri dan swasta membuat semakin banyak populasi orang yang bertempat tinggal di wilayah ini.
Acara Bantengan (http://www.museum-mputantular.com)
Kekayaan etnis dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisional yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah Wayang Topeng Malangan (Topeng Malang), namun kini semakin terkikis oleh kesenian modern. Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan tiga budaya (Jawa Tengahan, Madura, dan Tengger). Hal tersebut terjadi karena Malang memiliki tiga sub-kultur, yaitu sub-kultur budaya Jawa Tengahan yang hidup di lereng gunung Kawi, sub-kultur Madura di lereng gunung Arjuna, dan sub-kultur Tengger sisa budaya Majapahit di lereng gunung Bromo-Semeru. Etnik masyarakat Malang terkenal religius, dinamis, suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang (AREMA) serta menjunjung tinggi kebersamaan dan setia kepada malang.
Di kota Malang juga terdapat tempat yang merupakan sarana apresiasi budaya Jawa Timur yaitu Taman Krida Budaya Jawa Timur, di tempat ini sering ditampilkan aneka budaya khas Jawa Timur seperti Ludruk, Ketoprak, Wayang Orang, Wayang Kulit, Reog, Kuda Lumping, Sendra tari, saat ini bertambah kesenian baru yang kian berkembang pesat di kota Malang yaitu kesenian “BANTENGAN” kesenian ini merupakan hasil dari kreatifitas masyarakat asli malang, sejak dahulu sebenarnya kesenian ini sudah dikenal oleh masyarakat malang namun baru sekaranglah “BANTENGAN” lebih dikenal oleh masyarakat tidak hanya masyarakat lokal namun juga luar daerah bahkan mancanegara. Khusus di Malang sering diadakan pergelaran bantengan hampir setiap perayaan hari besar baik keagamaan maupun peringatan hari kemerdekaan. Hal ini sangat perlu mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat. Belajar pada pengalaman – pengalaman yang sebelumnya agar tidak diakui oleh pihak – pihak yang kurang bertanggung jawab seperti Reog Ponorogo yang telah diakui oleh negara lain maka patutlah kita melegalkan dimata dunia bahwa ini adalah murni kesenian Indonesia. Dikutip dari ( Love Malang City Facebook Group ).
Bakso Malang (http://news.animaxline.com)
Kota ini juga mempunyai cukup banyak makanan khas yang membuat lidah seakan tidak ingin berhenti untuk makan seperti bakso malang, bakso bakar, mie pangsit, soto ayam, rujak buah, nasi pecel dan lain-lain. Dari sekian banyak makanan yang saya sebutkan yang paling tenar dan ada dimana - mana adalah yang pertama tertulis diatas, bakso malang hampir semua daerah di Indonesia menjual makanan ini. Itulah segelintir deskripsi tentang kota kami, Malang.Terimakasih Assalamualaikum wr.wb.
 

1 komentar:

  1. Asal mula Arek berasal ketika jaman Kerajaan Singosari-Majapahit. Pada saat berdirinya Kerajaan Singosari-Malang dan Ken Arok sebagai Rajanya, ada peruntukan khusus untuk nama Arek yg berarti adalah -keturunan-. Arok memiliki arti Dewa/Tuhan sedangkan Arek berarti "Anak/Anak-dari" (Arti Ken sendiri selain memiliki banyak arti juga kental dgn makna "teritorial"). Ini adalah bentuk pembeda dari wilayah "Bocah-an" dan "Arek-an" yg mana ditambah lagi ketika jaman kebesaran Kerajaan Majapahit daerah "Bocah" adalah merupakan wilayah "Arek" tapi tidaklah sebaliknya.

    Nah, praktis jika melihat Kota Surabaya adalah kota para pendatang, dimana semua daerah berdatangan dan berkumpul; dan soal "Arek" ini adalah wujud dari keunggulan serta pengaruh kuat dari leluhur di jaman dulu.

    Pelajari dan amati sejarahnya, barulah kita tarik dari Malang ke Surabaya. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa Surabaya merupakan daerah suksesor dan pewaris genetik kreatif Malang secara tidak terlihat.

    "Bukan untuk perbedaan tapi janganlah disamakan".

    BalasHapus